Kami keluarga besar MGMP IPS Kabupaten Kubu Raya Mengucapkan SELAMAT HARI NATALTAHUN 2013 DAN SELAMAT TAHUN BARU 2014 . Semoga di tahun 2014 MGMP IPS dapat lebih memberikan manfaat dalam peningkatan profesionalisme guru INFORMASI PERTEMUAN BULAN JANUARI DILAKSANAKAN TANGGAL 16 JANUARI PUKUL 07.30 DI SMP NEGERI 12 SUNGAI RAYA HARAP MEMBAWA RPP

Senin, 16 Juli 2012

PENDIDIKAN BUDAYA KARAKTER BANGSA


Pengembangan Pendidikan Budaya Karakter Bangsa
Melalui Proses Belajar Mengajar Di sekolah.
Oleh  : SURYATI.

Pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Kesibukan dan  aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi, kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga, pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar, dan pengaruh media elektronik  bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 13 Ayat (1) menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan.
          Pendidikan karakter secara terpadu di SMP dilaksanakan melalui proses pembelajaran, manajemen sekolah dan kegiatan pembinaan kesiswaan. Pendidikan karakter secara terpadu di dalam pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari . Dalam struktur kurikulum SMP, pada dasarnya setiap mata pelajaran memuat materi-materi yang berkaitan dengan karakter, sedangkan proses manajemen adalah proses berlangsung terus menerus, dimulai dari : membuat perencanaan dan pembuatan keputusan (planning), mengorganisasikan sumberdaya yang dimiliki (organizing), menerapkan kepemimpinan untuk menggerakkan sumberdaya (actuating), melaksanakan pengendalian (controlling). Dalam konteks dunia pendidikan, yang dimaksud dengan manajemen pendidikan/sekolah adalah suatu proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan dalam upaya untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan pendidikan itu sendiri. Sedangkan kegiatan pembinaan kesiswaan adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah dengan visi dan misi kegiatan pembinaan kesiswaan
           Melalu proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/ peduli dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku
Salah satu alternative untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter secara terpadu di sekolah. Dalam hal ini, waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan hasil mutu  belajar, terutama pembentukan karakter peserta didik sesuai tujuan pendidikan dapat dicapai.
         Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh sekolah menengah pertama(SMP) di Indonesia negeri maupun swasta.semua warga sekolah,meliputi para peserta didik, guru, karyawan administrasi,dan pimpinan sekolah menjadi sasaran program ini.sekolah-sekolah yang selama ini
telah berhasil melaksanakan pendidikan karakter dengan baik dijadikan sebagai contoh untuk disebar luaskan ke sekolah-sekolah lainnya.          Keterlibatan ‘orang-orang dalam’ sekolah, yaitu guru dan karyawan serta siswa amatlah penting. Sekolah mesti mampu menggerakan mereka untuk terlibat secara optimal dalam mewujudkan sekolah karakter .Ada langkah praktis untuk melibatkan guru karyawan antara lain, sebagai berikut:
a. Buatlah janji yang mengungkapkan nilai-nilai dan aspirasi bersama dari semua anggota komuditas sekolah.janji itu berisi pernyataan tentang”Siapa kami”. Pernyataan itu misalnya demikian: Disekolah SMP N 1 SERA , kami selalu memilih tindakan terpuji/kami sungguh peduli pada diri sendiri,orang lain,dan sekolah kami.kami menunjukan penghargaan dengan kata-kata dan tindakan yang santun,mendengarkan dengan penuh perhatian,menepati janji kami,dan selalu bertanggung jaawab atas perilaku dan prestasi belajar kami/ seperti itulah kami,meskipun tak seorangpun mengawasi kami.
            Sedangkan langkah-langkah praktis untuk melibatkan siswa secara optimal dalam pelaksanaan pendidikan karakter antara lain:
a. Gunakan diskusi kelas sebagai sarana bagi siswa untuk mengungkapkan aspirasi dan belajar bertanggung jawab.
b.  Beri tanggapan kepada  siswa untuk mengkampanyekan perbaikan perilaku tertentu keseluruh warga sekolah. Misalnya, mengkampanyekan untuk selalu berpakaian rapi, bertegur sapa dengan santun dll.
         Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan disekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter atau ahlak mulia peserta didik secara utuh,terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi
Kelulusan .Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik SMP mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya,mengkaji dan menginternalisasikan serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Melalui program ini diharapkan lulusan SMP memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia,kompetensi akademik yang utuh dan terpadu,sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia.pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah.



Daftar Pustaka;
Pendidikan karakter disekolah menengah pertama.
Jakarta,maret 2010.direktur jendral Mandikdasmen,
Prof. Suyanto,Ph.D.s
Dimensi- dimensi
Pendidikan karakter. Saptomo,M.Pd.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar